Simak cara mudah agar baterai smartphone bisa tahan lama, lengkap beserta 7 kesalahan yang sering dilakukan ketika mengisi ulang baterai. Saat ini, smartphone merupakan satu kebutuhan penting yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bersosialisasi hingga mencari hiburan. Tak heran, jika kapasitas baterai smartphone merupakan hal yang paling penting.

Seorang ilmuwan yang sedang bereksperimen dengan gel tanpa sengaja menemukan cara agar baterai smartphone bisa tahan lama. Para peneliti dari University of California sadar bahwa dengan melapisi komponen rapuh dalam baterai dengan sebuah "pelindung" membuat kekuatan baterai tidak berkurang sama sekali walaupun digunakan secara terus menerus. Komponen baterai "kawat nano" biasanya akan rusak setelah 7 ribu kali pemakaian.

Namun, dengan "pelindung" mangan dioksida, baterai tidak akan kehilangan kekuatannya meskipun di charge lebih dari 200 ribu kali dalam tiga bulan. Hal itu berarti baterai smartphone atau tablet kita bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama. Karena penemuan ini, kita harus berterima kasih kepada Mya Le Thai, mahasiswa PHD di universitas tersebut.

Reginald Penner, Kepala Departemen Kimia di University of California mengatakan, Mya sedang "bermain main" saat dia melapisi kawat baterai dengan lapisan gel. "Dia ternyata menemukan bahwa menggunakan gel tersebut, bisa membuat baterai didaur ulang ribuan kali tanpa kehilangan kapasitasnya," jelasnya. Mya menjelaskan, lapisan gel itu membantu elektroda pada kawat nano menahan bentuknya jadi lebih baik sehingga dapat lebih diandalkan.

"Penelitian ini membuktikan bahwa baterai yang memiliki kawat nano bisa berumur panjang," katanya. Selain itu, kita juga harus mengetahui beberapa hal yang bisa menyebabkan baterai smartphone cepat habis. Kebiasaan ini memang tidak secara langsung merusak baterai, namun kebiasaan ini dapat mengurangi umur baterai itu sendiri.

Ternyata 'peraturan' tersebut hanya berlaku untuk smartphone jadul. Sebab, baterai smartphone jaman dahulu masih menggunakan bahan nikel dalam pembuatannya. Sedangkan saat ini, bahan baterai smartphone adalah Lithium Ion.

Baterai dengan bahan tersebut bisa langsung digunakan tanpa perlu di charge hingga 100% terlebih dulu. Kebiasaan ini membuat arus listrik yang masuk ke baterai akan langsung digunakan. Tentu saja hal ini dapat membuat proses pengisian daya baterai makin lama.

Tak hanya itu, kebiasaan ini juga dapat mengurangi umur baterai smartphone. Charger yang berbeda tipe dengan ponsel bisa saja memiliki arus listrik dan tegangan yang berbeda pula. Tentunya, hal tersebut bisa merusak kualitas baterai smartphone.

Gunakanlah powerbank hanya saat terdesak saja. Jangan keseringan! Sebab, menggunakan power bank berarti sama saja kamu menggunakan sembarangan charger kan?

Jadi, tentu saja resikonya sama saja seperti yang telah disebutkan diatas. Arus listrik yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan baterai smartphone, tentunya akan merusak kualitas baterai. Smartphone memang memiliki fitur yang mampu memutus arus listrik ketika baterai sudah terisi penuh.

Namun, kondisi baterai yang masih terhubung ke charger yang aktif, artinya masih ada arus listrik yang mengalir. Hal tersebut tetap akan berpengaruh pada kualitas baterai. (*/LLA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like