Wajarkah Lebam di Tubuh Jenazah Lina Mantan Istri Sule? Ini Penjelasan Secara Medis

Kondisi Jenazah Lina mantan istri Sule lebam di beberapa bagian tubuh. Wajarkah? Yuk simak penjelasan medis. Lebam biru itu membuat tanda tanya banyak pihak, terlebih anaknya, Rizky Febian. Karenanya Rizky Febian membuat laopran polisi.

Selain itu mengenai seperti terburu burunya Lina di bawah pulang dari rumah sakit oleh Teddy menjadi misteri sendiri bagi putera sulung komedian Sule ini. Apalagi penyebab meninggalnya Lina sampai saat ini masih simpang siur. Dimana awalnya Lina disebut meninggal karena serangan jantung, bahkan ada juga yang mengatakan Lina sempat dilarikan ke rumah sakit akibat penyakit lambung dan tekanan darah tinggi.

Bahkan dalam YouTube KH Infotainment, Sule merasa janggal dengan sikap Teddy, setelah Lina dinyatakan meninggal dunia. "Kayak yang buru buru gitu," katanya perihal proses pemulangan jenazah Lina. Menurutnya, ia juga akan segera menanyakan ke rumah sakit terkait lebam membiru pada jenazah Lina.

"Mungkin bukan visum kali ya, cuma mungkin memeriksa keseluruhannya. Karena kan udah keliatan biru biru," ujar Sule sambil memutar tangannya ke wajah menunjukkan bagian tubuh Lina yang membiru. Namun terlepas dari itu semua, kulit membiru seperti adanya lebam lebam ternyata memang kerap kali ditemukan pada jenazah. Dari berbagai sumber, diketahui jika kondisi lebam tersebut dalam dunia medis disebut sianosis, yakni kondisi dimana kulit pada beberapa bagian tubuh tiba tiba membiru akibat kadar oksigen yang terbawa dalam pembuluh darah tidak tercukupi (hipoksia).

Saat jumlah oksigen dalam darah sangat rendah ini, maka warna darah akan berubah dari warna merah terang menjadi lebih gelap yang tentunya bisa membuat kulit membiru. Ada banyak hal yang bisa memicu sianosis ini seperti paparan suhu dingin yang ekstrem, penggunaan obat obatan, ataupun kelainan sirkulasi darah. Karena kondisi membiru ini berkaitan dengan oksigen, maka sianosis juga sering dihubungkan dengan gangguan pada paru paru, sistem pernapasan, dan gangguan pada jantung, serta bisa juga akibat trombosis, atheroma, atau emboli.

Polemik kematian mantan istri Sule, Lina Zubaedah sebentar lagi akan terjawab. Pasalnya proses autopsi yang dilakukan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Polrestabes Bandung, dan Polda Jabar baru saja selesai dilakukan, Kamis (9/1/2019). Proses autopsi yang dilakukan semenjak pukul 10.00 WIB pagi ini berjalan lancar dan jenazah Lina akhirnya dibawa ke TPU Nagrog. Berdasarkan paparan kuasa hukum Rizky Febian, Bahyuni Zaili menuturkan bahwa memang ada luka lebam berwarna keunguan di tubuh Lina.

"Kalau lihat, bibirnya itu ada seperti warna biru keunguan ya dari mulut sampai ke dagu," ucap Bahyuni Zaili. Meski begitu, menurut penuturan AKBP Robert Tanjung dari RS Sartika Asih, hasil autopsi masih belum bisa disimpulkan. Menilik dari sisi medis, autopsi ini merupakan tindakan yang dilakukan ahli forensik dalam mengungkapkan fakta penyebab kematian seseorang.

Dilansir dari nhs.uk, tidak ada batasan waktu bagi tim forensik sebuah rumah sakit untuk melakukan identifikasi jenazah atau autopsi hingga ditemukannya kecocokan penyebab kematian. Dalam proses mengidentifikasi penyebab kematian ini yang dibutuhkan adalah ketepatan dan kepastian. Biasanya terapat dua jenis pemeriksaan yang akan diminta oleh pihak penyidik, yaitu pemeriksaan luar jenazah (visum luar) maupun pemeriksaan dalam jenazah (visum dalam atau autopsi).

Dalam visum luar ini ahli forensik akan merekam dan mencatat semua fakta mengenai kondisi tubuh suatu jasad. Mulai dari tinggi dan berat badan, bentuk gigi, warna mata, goresan atau bekas luka, hingga tanda lahir yang bisa dijadikan sebagai bukti identitas. Perekaman ini bisa dengan menggunakan kamera foto sebanyak dan seakurat mungkin melingkupi keseluruhan detail tubuh.

Kemudian autopsi, yakni pemeriksaan organ organ internal tubuh. Pemeriksaan internal tubuh bisa dilakukan hanya pada organ tertentu atau organ secara keseluruhan. Biasanya sebagian kecil jaringan dari tiap tiap organ akan diperiksa untuk menguji kemungkinan adanya pengaruh obat, infeksi, serta mengevaluasi komposisi kimia atau genetika pada suatu jasad.

Di ujung pemeriksaan otopsi, organ organ kemudian dikembalikan sesuai lokasinya. Jenis pemeriksaan pun tergantung pada kepentingan kasus yang ditangani penyidik, dan lewat proses autopsi ini polisi bisa memastikan sebab kematian seseorang. Melihat penjelasan tersebut semoga saja fakta terkait meninggalnya Lina bisa secepatnya terselesaikan dan polemik yang terjadi bisa berakhir dengan baik.(*)

Artikel telah dipublikasikan GridHEALTH.id dengan judul

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *