Tanda-tanda Lailatul Qadar, Berikut Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Lailatul Qadar adalah satu di antara malam yang mulia di bulan suci Ramadhan. Dalam Surah al Qadr dijelaskan, Allah SWT menurunkan Al Quran pada Lailatul Qadar. Lantas, apa tanda tanda Lailatul Qadar? dan Apa ada doa serta amalan yang dianjurkan?

Dari berbagai riwayat, indikator malam Lailatul Qadar dijelaskan secara alamiah. "Artinya, kondisi alam turunnya Lailatul Qadar," jelasnya. Cuaca pada pagi atau malam hari turunnya Lailatul Qadar sangat tenang dan udara terasa segar.

Di pagi hari, sinar matahari cukup cerah, tidak panas. "Oleh karena itu, ini tanda tanda turunnya Lailatul Qadar," terangnya. Dr H Baidi mengungkapkan, hal tersebut merupakan sebuah pendapat, maka alangkah baik selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan terutama di malam malam ganjil untuk menyongsong Lailatul Qadar.

Hal tersebut karena manusia tidak tahu secara pasti turunnya Lailatul Qadar. "Itu rahasia Allah SWT," ungkapnya. Dr H Baidi melanjutkan, dalam berbagai riwayat telah dijelaskan dalam hadist Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bahwa Lailatul Qadar terjadi 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Terkait malam ke berapa, Dr H Baidi mengatakan belum ada penjelasan. "Tetapi di antara para ulama memberikan satu pendapat, gambaran," terangnya. Gambaran tersebut yakni:

Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 29. Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 21. Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27.

Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 25. Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 23. "Sebenarnya tidak ada penjelasan tegas dari Agama, tentang indikator terjadinya Lailatul Qadar," ungkapnya.

Ulama memiliki prediksi turunnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan tahun ini. Rumusan ini dapat digunakan sebagai patokan. Menurut Syeikh Abu Hasan asy Syadzili turunnya Lailatul Qadar bisa ditentukan dan disesuaikan dengan hari pertama jatuhnya Bulan Ramadan.

Kita ingat, Ramadan tahun ini dimulai pada Hari Jum’at, 24 April 2020. Berdasarkan hitungan, maka insyallah Lailatul Qadar akan jatuh di tanggal 17 Ramadan, yang bertepatan dengan Hari Sabtu atau Minggu, Tanggal 9 atau 10 Mei 2020. Itulah jadwal turunnya Lailatul Qadar sesuai dengan hari pertama di Bulan Ramadan.

Tentu saja jadwal tersebut bukanlah jadwal pasti. Bisa saja Lailatul Qadar justru turun di awal Ramadhan dan tanggal tanggal genap. Hanya Allah SWT yang tahu masalah tersebut.

Tapi, berbekal pengetahuan tentang rumusan yang telah disusun oleh Syeikh Asy Syadzili yang merupakan seorang sufi tersebut, minimal kita bisa berjaga jaga. Selain itu, Dr H Baidi juga menjelaskan terkait malam Lailatul Qadar. Dr H Baidi mengatakan, penjelasan terkait Lailatul Qadar sudah ada dalam ayat Al Quran di Surah al Qadr.

Berikut Surah al Qadr beserta artinya: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ(2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ(3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ(4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ(5) "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) padaLailatul Qadr.

Dan tahukah kamu apakahLailatul Qadritu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar". (QS. Al Qadr[97] :1 5)

Menurut Dr H Baidi, melalui surah ini, Allah memberitahukan bahwa di dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang mulia, yakni Lailatul Qadar. Kebaikan atau pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakan ibadah di waktu Lailatul Qadar, lebih baik dibanding seribu bulan. "Kurang lebih 84 tahun," jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, ada sunnah. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam diperintahkan untuk melakukan Itikaf. "Kencangkan ikat pinggang, jauhkan tepat tidur, jauhkan berbagai godaan dunia untuk menyambut Lailatul Qadar," terangnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Hj Ari Hikmawati menyampaikan ada doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. "Amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasul adalah Iktikaf di masjid, berdoa," imbuhnya. Berikut doa yang dianjurkan untuk dibaca saat malam LailatulQadar.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku.

Dianjurkan juga membaca surah Al Baqarah: 201. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar.

Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka. Selanjutnya Ari Hikmawati menyebut, RasulullahSAW juga menganjurkan untuk melakukan amalan sedekah, salat malam, dan berselawat. "Kita juga harus banyak salawat, banyak sedekah, salat pada malam LailatulQadar, artinya pada malam 10 hari terakhir," lanjutnya.

Ia menambahkan, 20 hari awal di bulan Ramadhan, menjadi cara bagi orang berpuasa untuk membersihkan dirinya. Selanjutnya, umat Islam bisa berusaha untuk mendapat malam LailatulQadar di 10 malam terakhir Ramadhan. "Lailatul Qadar akan diterima bagi mereka yang sudah punya hati yang bersih."

"20 hari pertama puasa adalah upaya kita untuk membersihkan hati." "Jadi 10 hari terakhir, kita berharap bisa mendapat malam LailatulQadar." "Perbanyak lah berdoa, bersedekah, salat malam, terutama beritikaf di masjid," jelasnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *