Saya Melihat Rasa Haus Kemenangan Pada Marc Marquez Giacomo Agostini

Siapa yang tak kenal dengan rider legendaris asal Italia, Giacomo Agostini. Giacomo Agostini hingga sejauh ini masih menjadi rider teratas sebagai peraih gelar terbanyak. Bersama MV Gusta dan Yamaha, pria yang kini telah berusia 77 tahun itu mampu membukukan 15 kali gelar juara dunia dan 123 kemenangan.

Meskipun masa keemasannya telah lewat, namun Giacomo Agostini tak bisa begitu saja mengalihkan pandangannya dari ajang balap. Pria asal italia tersebut secara terang terangan memuji rider andalan Honda Marc Marquez. Menurutnya, Marc Marquez memiliki karakteristik yang mirip dengan dirinya ketika masih aktif sebagai pembalap.

Diakui oleh Giacomo Agostini, Marc Marquez memiliki apa yang pernah ia miliki, yakni rasa haus akan kemenangan. "Ia (Marquez) memiliki keinginan untuk selalu meraih kemenangan, dan itu wajar ia memiliki sifat egois dalam setiap balapannya," ucapnya menambahkan. Selain Marc Marquez, mantan rider milik Yamaha itu juga memberikan pujian kepada Jorge Lorenzo.

Ia mengatakan bahwa rider yang berjuluk X Fuera itu memiliki gaya membalap yang tepat perhitungan dan sangat baik. "Ketika Jorge berpacu di lintasan, ia memikirkan semuanya dengan baik, tentunya ia membalap dengan anggun," sambungnya menambahkan. Lebih lanjut Agostini menyinggung persaingan panas yang terjadi antara Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Bukan menjadi rahasia lagi jika Rossi maupun Marquez sering terlibat singgungan di lintasan. Tak sampai disitu, kedua rider hebat itu saling sindir di luar lintasan atas insiden yang kerap kali terjadi yang melibatkan keduanya. Mengomentari kondisi tersebut, Agostini menyebut ketegangan yang terjadi antar rider merupakan hal yang biasa

Menurutnya, tidak pernah ada rider yang benar benar menjalin persahabatan ketika dalam ruang lingkup yang sama dalam perburuan gelar juara dunia. "Tentu saja tidak, tidak pernah ada persahabatan yang hebat antar rider." 'Ditambah lagi mereka berlomba untuk meraih hal yang sama (juara dunia)"

Musim ini, untuk melihat ketegangan maupun aksi berkelas yang biasa ditunjukkan rider rider top dunia terancam batal. Pandemi virus corona (Covid 19) merupakan lawan yang nyata bagi semua event olah raga dunia, termasuk MotoGP. Secara berturut turut, vaneu yang akan digunakan sebagai ajang lintasan memacu kuda besi sang rider harus ditutup dan mengalami penundaan.

Diantaranya ialah Thailand, Amerika Serikat, Argentina, Jerez (Spanyol), Le Mans (Prancis), Catalunya (Spanyol), hingga Mugello (Italia).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *