Rizki Luka-luka hingga Cacat Setelah Diasuh Orangtua Kandung, Orangtua Angkat Sedih & Tak Menyangka

Nasib M Rizki Anugrah berubah ketika ia dikembalikan ke orangtua kandungnya. Bocah 7 tahun asal Pangalengan, Kabupaten Bandung itu kerap diasuh oleh orangtua angkatnya, Alit Rokoyah (45) dan kakaknya, Nani Suryani (47). Orangtua kandung Rizki masih bersaudara dengan orangtua angkatnya.

Alit sudah merawat Rizki sejak ia kecil sebab orangtua kandung Rizki memiliki banyak anak. Selama dirawat orangtua angkatnya, Rizki merupakan anak yang sehat dan ceria. "Dari kecil Rizki sudah di sini, sebelumnya dia merupakan anak yang ceria dan sangat aktif," ujar Alit, saat ditemui di rumahnya ketika menyuapi Rizki, Rabu (22/1/2020).

Pada Idulfitri 2019, Rizki dititipkan kembali ke orangtua kandungnya. Saat itu, kondisi kesehatan Alit menurun karena sakit jantung yang dideritanya. "Sebelum dititipkan ke orangtuanya dia seperti biasa sehat, tidak apa apa, Rizki dititipkan karena saya saat itu sedang kambuh (sakit jantung)," kata Alit yang matanya berkaca kaca.

Alit tidak bisa menjemput Rizki sesuai kemauannya karena lokasi anak jauh. Oleh sebab itu, pertemuan mereka tertunda. Pertemuan yang didambakan Alit justru terjadi di rumah sakit.

Kondisi Rizki sudah penuh luka. "Kembali bertemu saat Rizki sakit, lalu dibawa ke rumah sakit dan kondisinya seperti ini," ucapnya. Tak ada lagi Rizki yang ceria dan aktif.

Rizki tidak bisa bermain dengan teman sebayanya. Untuk mengubah posisi tidur saja, Rizki kesulitan. Ia hanya bisa berbaring dan tak mampu bangun.

Rizki yang kini seharusnya bersekolah dan bermain dengan temannya itu kesulitan untuk makan. Hanya susu dan makanan bayi yang dibuat sangat cair yang dapat dikonsumsi bocah laki laki itu. Meski bukan anak kandungnya, Alit terlihat sangat tulus dan tegar mengurus Rizki yang kini terbaring sakit.

Saat memberi Rizki makanan dan susu, Alit terlihat sangat telaten, sesekali ia mengajak bicara Rizki. Makanan bayi itu diberikan setetes demi tetes ke mulut Rizki agar bisa dikonsumsi. "Sekarang dia seperti ini, tidak bisa komunikasi, dan entah apakah dia bisa melihat atau tidak. Sebab jika dilihat dia seperti melihat tapi jika didekati seperti tak melihat," kata Alit, sambil mengelus Rizki.

Kini, kata Alit, pihaknya hanya bisa berusaha dan berdoa, berharap ada keajaiban dari Tuhan yang bisa menyembuhkan Rizki. Alit sama sekali tidak menyangka anak yang diasuhnya itu akan berakhir dengan penuh luka. Sebab, sebelumnya Rizki dalam kondisi sehat, selain itu yang membawanya pun merupakan orangtua kandung Rizki.

Alit mengaku tak ada niat melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sebab, orangtua kandung Rizki masih berhubungan darah dengannya. "Mungkin tidak akan melapor polisi, semoga saja Rizki kembali sehat," katanya.

Bocah asal Pangalengan, Kabupaten Bandung itu terbaring tak berdaya setelah diduga disiksa oleh orangtua kandungnya. Rizki menjadi korban kekerasan. Badannya dipenuhi luka luka. Ia kesulitan untuk makan sehingga badannya kurus.

Menurut Wakil Ketua Komunitas Lets'go Sedekah, Heri, Rizki hanya bisa mengonsumsi susu. Makanan padat tidak bisa dikunyah oleh Rizki. Susu pun dimasukkan melalalui selang yang terhubung dengan hidung Rizki.

Ia tidak bisa menelan susu. Berat badan Rizki turun setelah tidak menggunakan selang sebagai alat bantu meminum susu. "Kalau pakai selang satu gelas bisa langsung habis kalau sekarang satu gelas bisa beberapa jam karen sedikit sedikit, minum pakai sedotan sudah tidak bisa jadi ditetesin ke mulutnya," kata dia.

Menurut Wakil Heri, Rizki kini diasuh oleh orangtua angkatnya, Tahdi dan Alit. Mereka tinggal di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Rizki tidak bisa bergerak leluasa, jangankan untuk main bersama teman, bocah itu kesulitan untuk duduk.

"Kondisi Rizki sekarang tidak bisa apa apa, jangankan berjalan, ngomong saja sudah tidak bisa, duduk tak bisa, dan kalau tiduran mau ganti posisi juga harus dibantu tak bisa sendiri," katanya Heri menduga kondisi Rizki yang serba kesulitan itu akibat dianiaya orangtuanya sendiri. Meski kondisi Rizki memilukan, ia tidak bisa dibawa berobat ke rumah sakit.

Ada beberapa alasan salah satunya kesulitan finansial. Pertama, ibu angkat Rizki menderita penyakit jantung. Kedua, Rizki tidak terdaftar dalam BPJS.

"Dia kan tidak bisa masuk BPJS soalnya KK nya di orang tua aslinya," kata dia. Orangtua kandung Rizki, ucapnya, sudah diusir oleh warga di kampung. "Akibat melakukan kemerasan itu," ucapnya.

Heri menyarankan, jika ada yang hendak membantu meringankan beban Rizki, lebih baik memberikan bantuan berupa uang untuk berobat.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *