Kita Harus Siap Diangkat dan Siap Dicopot Ucap Erick Thohir Soal Isu Reshuffle

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato arahan Sidang Kabinet sempat marah dan mengancam akan me-reshuffle kabinet jika penanganan Corona masih ‘biasa-biasa’ saja. Presiden bilang, penanganan Corona hingga saat itu belum mengalami progress yang signifikan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan soal isu reshuffle kabinet yang sempat menerpa beberapa waktu lalu. Menurutnya, ketika seorang Menteri atau pejabat setingkat Menteri lainnya sudah diangkat, maka dirinya harus menerima resiko untuk dicopot kembali, jika memang itu keputusan Presiden.

“Dari awal saya diangkat jadi Menteri, saya selalu mengatakan kita harus siap diangkat dan siap juga jika harus dicopot. Karena kita adalah pembantu Presiden,” ujarnya dalam wawancara dengan stasiun televisi, sebagaimana dikutip dari akun Instagramnya @erickthohir, Minggu (12/7).

Dirinya melanjutkan, karena itu, pihaknya dan jajaran lain di Kementerian BUMN akan selalu bekerja maksimal dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai Key Performance Index (KPI) yang ditetapkan padanya di awal menjabat.

Pada akhirnya, penilaian final ditentukan oleh Presiden itu sendiri. Tak lupa, Erick meminta dukungan berupa penilaian dan masukan untuk membuat pihaknya bekerja lebih baik. “Penilaian akhirnya diserahkan kepada presiden. Review dan masukan sangatlah penting bagi kami untuk dapat terus bertransformasi menjadi semakin baik lagi, untuk Indonesia,” tutupnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *