Islam Tidak Memaksakan Umatnya buat Melaksanakan Ibadah di Tengah Wabah Quraish Shihab

Di tengah mewabahnya virus corona membuat sebagaian manusia harus membatasi aktivitas sosialnya agar tidak tertular atau menularkan virus Corona. Hal ini dinilai penting karena sesuai dengan anjuran agama Islam yang dituntun kepada umat Nabi Muhammad SAW. Menurut Quraish Shihab, hal itu sudah dicerminkan jauh saat Khalifah Umar bin Khatab menjabat sebagai pemimpin.

Saat itu Umar yang hendak mengadakan kerja sama dengan negara Syam (daerah Lebanon Syria) terpaksa menunda kerja sama tersebut karena adanya wabah Kolera di negaranya. "Saat itu Umar menuju Syam untuk kerja sama tetapi mendengar ada wabah dirinya pun membatalkan kunjungan tersebut. Menurutnya saat itu dirinya merasa bahwa takdir yang membawanya menuju takdir yang lain,” ungkap Quraish Shihab. Apa yang mau dia sampaikan adalah bahwa Agama Islam selalu berusaha menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

Untuk itu Quraish Shihab menambahkan bahwa Islam tidak memaksakan umatnya untuk melaksanakan ibadah di tengah wabah. Dia menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang selaras dengan kehidupan yang tengah dijalani. "Agama Islam itu berusaha menyesuaikan dengan ketentuan yang ada. Kalaupun kita harus paham persoalan ketentuan tersebut. Kita harus mengikuti siapa yang memimpin kita."

"Ada hal hal yang tadinya ditetapkan agama dan itu bisa di veto dalam keadaan darurat dari ketetapan agama. Tata caranya bisa berubah akibat adanya kondisi yang mengubah," ungkap Quraish Shihab. Jangankan disaat ada wabah, saat ada perang pun Nabi juga mengajarkan kepada kita untuk tidak kaku dalam beribadah. Karena itu Quraish Shihab menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang tidak kaku dan selaras dengan keadaan yang ada.

Namun baginya apabila masih ada segelintir orang yang memaksakan untuk melakukan ibadah di luar dan membahayakan diri dan keluarganya, Tentunya orang tersebut menurutnya menggunakan pendekatan emosi agama yang sangat tinggi. "Pada masa nabi di saat perang Nabi pun mengajarkan bagaimana salat dengan keadaan berperang. Agama ini tidak kaku, bisa disesuaikan dengan cara apapun." "Jadi saya menduga mereka yang masih menganjurkan untuk beribadah ke masjid itu emosi agamanya tinggi dan memiliki risiko yang sangat besar," ujar Quraish Shihab.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *