Diduga Kecipratan Dana Korupsi Tanah Kuburan Rp 1 Miliar, Wakil Bupati OKU Johan Anuar Ditahan

Wakil Bupati Ogan Komering Ulu JohanAnuar ditahan setelah menjalani pemeriksaan 13 jam di Polda Sumsel, Selasa (14/1/2020). Johan Anuar terjerat kasus mark up pembelian lahan kuburan di Baturaja. Rangkaian pemeriksaan terhadap Wakil Bupati OKU tersebut dilakukan penyidik mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00.

Diketahui JohanAnuar memenuhi panggilan penyidik setelah mendapat surat panggilan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, JohanAnuar dua kali mangkir dalam pemeriksaan. Kasus ini sempat mangkrak dan ditutup karena Polda Sumsel kalah praperadilan yang diajukan JohanAnuar di Pengadilan OKU.

Padahal persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang menetapkan empat orang menjadi terpidana yakni Hidirman (pemilik lahan), Najamudin (Kepala Dinas Sosial OKU), Ahmad Junaidi (mantan Asisten I OKU) dan Umortom (mantan Sekda OKU). Saat persidangan, keempat terpidana ini menyebutkan bila JohanAnuar menerima uang Rp 1 miliar lebih dari uang markup yang dilakukan. Pembelian lahan kuburan untuk TPU Baturaja OKU, menggunakan APBD OKU tahun 2012 senilai Rp 6 miliar.

Dari penyelidikan, pembelian lahan kuburan terssebut sengaja di markup hingga negara mengalami kerugian senilai Rp 3.49 miliar. Wakil Bupati OKU, JohanAnuar kembali ditetapkan sebagai tersangka kedua kalinya oleh Polda Sumsel. Johan kembali mengajukan praperadilan.

Hakim yang memimpin jalannya persidangan gugatan Wakil Bupati OKU Johan Anwar, menolak seluruhnya gugatan yang diajukan JohanAnuar melalui kuasa hukumnya terhadap Ditreskrimsus Polda Sumsel. "Memang benar, semua gugatan JA ditolak majelis hakim. Jadi, penyidikan untuk kembali dilanjutkan," ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setiawan, Senin (13/1/2020). Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menuturkan, Polda Sumsel kembali mengusut kasus markup pembelian lahan kuburan di OKU setelah sempat di SP3 karena kalah praperadilan yang dilakukan tersangka Johan Anwar.

"Kami melakukan penyelidikan baru dan menemukan barang bukti baru. Dari situ, kami melakukan pengembangan dengan memanggil saksi saksi termasuk Johan Anwar," ujar Supriadi ketika ditemui usai Anev di Mapolda Sumsel, Selasa (31/12/2019). Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, akhirnya setelah gelar perkara pada tanggal 6 Desember lalu, penyidik akhirnya menetapkan Wakil Bupati OKU Johan Anwar menjadi tersangka.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *