Charlie Wijaya Bukan Pengurus Kami Tidak Kenal Dia Bukan Juga Mantan Caleg PSI

Nama Charlie Wijaya ramai diperbincangkan setelah disebut melaporkan komika Bintang Emon ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) atas video tanggapan kasus hukum kasus penyerangan air keras penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun ikut terseret. Pasalnya, Charlie Wijaya disebut ada keterkaitan dengan PSI.

Menanggapi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta, Michael Sianipar, menyatakan Charlie Wijaya bukanlah bagian dari PSI. Michael juga mengungkapkan Charlie Wijaya bukan mantan caleg PSI. Adapun Charlie mengaku sebagai mantan Caleg Parlemen Remaja 2019.

“Perlu diketahui, program Parlemen Remaja 2019 digelar DPR RI, bukan merupakan program PSI,” tambah Michael. Michael menegaskan pelaporan itu dilakukan dalam kapasitas Charlie sebagai pribadi. Tidak ada hubungan dengan partai.

"Kalo Charlie ini bukan siapa siapa, jadi mau ambil sikap apa ya urusan pribadi yang bersangkutan saja," ungkapnya. "Tidak merepresentasikan PSI sama sekali pastinya," imbuh Michael. Adapun Michael mengungkapkan, sikap PSI terhadap video Bintang Emon tercermin dari tanggapan Jubir Hukum PSI, Rian Ernest.

“Sikap partai soal perkara ini bisa dibaca dalam tweet Bro Rian Ernest di akun personalnya,” kata Michael. Adapun Rian Ernest melalui akun Twitternya mencuitkan sejumlah pandangan mengenai apa yang dibuat Bintang Emon. Berikut cuitan lengkap Rian Ernest mengenai video Bintang Emon yang ditulisnya, Selasa (16/6/2020).

"Terkait dengan video Bintang Emon (BE), kami menganggap apa yang disampaikan BE adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang merupakan hak semua warga negara. Apalagi profesi BE membuat pendapat beliau dapat disampaikan secara lebih kreatif dan bermakna. Secara historis di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, seni budaya (termasuk komedi) adalah medium efektif menyampaikan kritik mengenai masalah yang dihadapi rakyat, termasuk kritik thd pemimpin.

Secara substansi kritik yang disampaikan BE sah sah saja. Posisi saya pribadi dan BE sama. Sebagai warga negara kami merasa tuntutan 1 tahun terhadap Novel Baswedan mencabik cabik rasa ketidakadilan.

Kami menyesalkan perundungan yang dialami BE karena sekali lagi ini adalah kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi dan kemewahan berdemokrasi. Media sosial adalah area komunikasi baru yang kompleks. Menuduh bahwa perundungan terhadap BE dilakukan oleh pendukung Jokowi bahkan diperintahkan langsung oleh orang orang dekat Jokowi adalah kesimpulan yang prematur dan gegabah.

Saya pribadi dan @psi_id adl pendukung @jokowi. Kami mendukung juga kritik yang disampaikan. Sejatinya, kami mendukung kebebasan berpendapat dan berekspresi yg bertanggungjawab. Jempol ke BE!" tulisnya.

Seperti diketahui Bintang Emon menjadi viral lantaran ikut mengkritisi kasus yang terjadi pada Novel Baswedan. Seketika, di Twitter mulai bermunculan sejumlah buzzer yang menyerang Bintang Emon. Bintang Emon disebut sebagai pengguna narkoba.

"Demi menjaga stamina menjadi komika Emon mengakui memakai Narkoba," tulis akun Twitter @Tiara61636212. Sebelumnya, beredar kabar Charlie Wijaya yang mengaku kader PSI melaporkan Bintang Emon ke Kominfo. Dari jejak digital Charlie Wijaya melalui akun Twitter dan Instagram pribadinya, @charliewijaya11, terlihat pada Selasa (16/6/2020) dia membagikan foto unggahan yang menampilkan wajah Bintang Emon.

Dia mengklaim telah melaporkan Bintang Emon kepada Kemkominfo terkait polemik Novel Baswedan. “Saya telah melaporkan Saudara BE kepada Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. @kemenkominfo. Aduan saya telah dicatat. Dengan nomor tiket #582000613. Kenapa saya melaporkan? bagi Saya hakim sudah melaksanakan tugasnya dengan semestinya dan kita tahu bersama kedua pelaku sudah diadili dan divonis bersalah serta di penjara,” tulis Charlie. Namun unggahan itu telah lenyap dari feed Instagram dan Twitter Charlie Wijaya.

Kendati demikian bidikan layarnya cuitan tersebut telah diabadikan oleh sejumlah warganet.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *