Brasil hingga Nikaragua Meksiko Chile Peru Covid-19 Mencapai Tahap Kritis di Amerika Latin

Wabah virus corona tengah melewati Amerika Latin. Banyak negara di wilayah Amerika Latin, termasuk Brasil dan Chili memecahkan rekor mereka untuk kasus infeksi dan kematian dalam satu hari. Satu di antara daerah yang paling terdampakkarena dampak virus corona adalah Amazon.

Di mana masyarakat adat sekarat tanpa mampu memberikan penghormatan terakhir kepada korban meninggal dengan ritual tradisional mereka. Lebih lanjut, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengatakan, Argentina memiliki kematian lebih sedikit dibanding dnegan Brasil karena perbedaan jumlah penduduk. Pada saat yang sama, Bolsonaro memuji model yang diterapkan Swedia untuk menghadapi pandemi virus corona.

Sementara itu, episentrum Amerika Latin mengalami penyebaran tidak terkendali di tengah pergulatan antara Bolsonaro dan gubernur negara bagian. Ketika Bolsonaro berbicara kepada wartawan di kediaman resminya, ia mengecam Gubernur dan Wali Kota Brasil yang menegakkan langkah langkah jarak sosial. Bolsonaro juga mengatakan, Brasil tengah menuju realitas 'kemiskinan dan kesengsaraan serupa dengan sebagian Afrika.

Sebagaimana diketahui, Brasil memiliki lebih dari 14.000 kematian akibat virus corona, serta melaporkan lebih dari 200.000 infeksi. Sementara Argentina, memiliki kasus infeksi lebih dari 7.100, dan mencatat 353 kematian. Secara terpisah, satu di antara pemimpin adat utama kota Manaus, di Ibu Kota negara bagian Brasilia di Amazonas meninggal karena virus corona pada Kamis, (14/5/2020).

Komunitas adatnya mengucapkan perpisahan tanpa bisa memberikan penghormatan terakhir kepadanya dengan ritual tradisional mereka. Sementara itu, pihak berwenang di Manaus mengubur lima kali jumlah orang yang biasanya mereka lakukan. Lebih jauh, Menteri Kesehatan Chili Jaime Manalich, Rabu (13/5/2020), mengumumkan karantina untuk lansia di kota Santiago demi mengekang lonjakan kasus virus corona

Antrean panjang dilaporkan membentang di luar kantor polisi, Kamis (14/5/2200). Orang orang diketahui mengajukan berbagai izin sebelum karantina diberlakukan pada Jumat (15/5/2020). Sementara itu, di supermarket, banyak orang mengantri untuk berbelanja sebelum mereka melakukan karantina.

Sebagaimana diketahui, Chili memiliki 37.040 total kasus yang dikonfirmasi dan 368 kematian. Selanjutnya, Meksiko telah mencatat lebih dari 4.200 kasus kematian dan lebih dari 40.000 infeksi. Tetapi, pejabat kesehatan khawatir tentang perhitungan kasus yang kurang.

Secara terpisah, Wakil Menteri Kesehatan mengatakan, angka itu bisa delapan kali lebih tinggi dari total yang dilaporkan. Sementara itu, melihat lonjakan kasus, pemerintah kemudian meluncurkan rencana untuk mengangkat langkah langkah lockdown dan membuka kembali bisnis. Peru dilaporkan memiliki lebih dari 80.600 kasus yang dikonfirmasi dengan 2.267 kematian.

Terkait hal ini Menteri Produksi, Rocio Barrios angkat bicara. Rocio Barrios mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan penerbangan khusus untuk menjemput 14 orang yang terinfeksi dari Loreto di wilayah Amazzon Peru dan membawa mereka ke Lima. "Dari 14 orang ini, kebanyakan adalah dokter dan perawat," katanya.

"Tetapi, ada juga personel militer dan polisi," tambahnya. Untuk diketahui, selama 15 hari terakhir, pihak berwenang melakukan tiga hingga empat penerbangan setiap hari ke Loreto dengan membawa obat obatan. Tak hanya itu saja, penerbangan itu juga mengangkut peralatan perlindungan khusus dan oksigen.

Secara terpisah, hingga Kamis (14/5/2020), Nikaragua memiliki 25 kasus yang dikonfirmasi dan delapan kematian. Namun, menurut surat kabar Nuakragua La Prensa, beberapa rumah sakit di negara itu memiliki garis panjang pasien yang menunggu untuk di rawat. Bahkan, Wakil Presiden Asosiasi Medis Nikaragua mengatakan kepada media, mereka mencapai titik jenuh dalam sistem medis.

Lebih lanjut, La Prensa memperingatkan, kantor Wali Kota Managua telah melipattigakan pembelian peti mati selama pandemi virus corona. Tampaknya, kata pihak terkait, peti mati itu untuk mempersiapkan peningkatan jumlah kematian karena virus corona di wilayah tersebut. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan dikabarkan telah melaporkan enam hari tanpa kasus Covid 19 yang dikonfirmasi.

Hal itu berbeda jauh dengan kondisi rumah sakit yang terus menerima ratusan pasien dengan masalah pernapasan.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *