Bima Arya Rajin Olahraga, tapi Masih Bisa Terkena Corona? Ini Penjelasan Wali Kota Bogor

Kasus positif virus corona yang menimpa Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mencuri perhatian. Bagaimana tidak, lewat media sosialnya ia sering membagikan aktivitas berolahraga. Hal ini memunculkan pertanyaan kenapa Bima Arya yang menerapkan pola hidup sehat utamanya dengan berolahraga masih bisa terkena paparan virus corona?

"Memang banyak pertanyaan itu ke saya, termasuk saya bertanya pada diri saya sendiri." "Saya sudah hidup sehat, tapi kenapa masih kena juga?" ucapnya dalam Program Aiman KompasTV. Rasa penasaran Bima Arya terkait masalah itu mulai terjawab.

Berdasarkan pengamatannya, ada sejumlah orang sehat yang juga terkonfirmasi Covid 19 meskipun rajin berolahraga. "Saya pelajari pemain basket ada yang kena, pemain bola kena, atlet atlet banyak yang juga kena." "Jadi kesimpulan saya, tingkat kebugaran tubuh yang sehat belum tentu menjadi benteng yang kuat ketika virus itu masuk dan menjadi terpapar," imbuhnya.

Menurutnya, kondisi kebugaran berperan terhadap seberapa kuat daya tahan tubuh terhadap serangan virus ini. "Semakin kita bugar, semakin imunitas kuat, akan semakin minim gejala klinisnya dan semakin bertahan." "Saya menyimpulkan seperti itu, bukan berarti tubuh sehat tidak terkena virus," tandas Bima Arya.

Bima Arya mengaku awalnya tidak mengetahui virus yang menyerang pernapasan ini bisa menginfeksi tubuhnya. Namun pria kelahiran 17 Desember 1972 menilai ada dua kemungkinan. Pertama, virus tertular ketika ia, istri, dan sejumlah pegawai Pemerintah Kota Bogor melakukan kunjungan ke Turki dan Azerbaijan, beberapa waktu lalu.

"Tetapi faktanya hanya dua orang ikut serta dalam kunjungan yang terpapar positif." "Sementara anggota lain dalam rombongan tidak apa apa, termasuk istri saya negatif. Saya agak ragu kalau terpapar di Turki," ujarnya. Bima Arya melanjutkan, kemungkinan selanjutnya virus tersebut terpapar saat dirinya berada dalam perjalanannya pulang dari Turki ke Tanah Air dengan pesawat .

"Atau mungkin dari interaksi dengan orang orang yang ada di sekitar saya, setelah dua hari kedatangan saya di Indonesia," imbuhnya. Tepat pada Kamis (19/3/2020) lalu, Bima Arya dinyatakan positif terpapar Covid 19 dari hasil tes swab yang telah dilakukan. Semenjak itu, ia mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bogor.

Dalam perbincangan dengan Aiman Witjaksono, Bima Arya meluruskan informasi terkait gejala klinis Covid 19 di tubuhnya. Ia mengaku bukan termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ketika itu. "Sebetulnya bukan tanpa gejala, ada gejala, tapi ringan."

"Gejalanya mungkin yang pernah merasakan demam berdarah agak mirip seperti itu." "Mual, lemas, kehilangan nafsu makan, sedikit batuk tapi nggak demam. Alhamdulillah tidak sesak napas," urainya menggambarkan kondisinya ketika itu. Setelah dinyatakan positif, Bima Arya mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bogor selama 22 hari lamanya.

Menurutnya, selama berhari hari di rumah sakit merupakan hal yang tidak bisa terlupakan di kehidupan Bima Arya. "Mulai hari pertama hingga 22 hari selanjutnya, saya diuji dengan sesuatu yang luar biasa, bagi saya ini tidak terlupakan," ucapnya. Bima Arya mengaku selama di ruang isolasi merasakan berbagai keterbatasan.

"Saya berada di ruangan berukuran 3×7 meter, hanya ada satu tempat tidur dan satu rak di sebelah saya." "Kemudian ada kursi dan meja, meja untuk saya makan dan untuk saya menulis, hanya seorang diri." "Dan hanya berinteraksi dengan dokter visit 1 kali sehari pada jam 8 atau 9 pagi."

"Kemudian ada suster secara rutin, mungkin datang 5 kali sehari untuk mengecek tensi darah, kemudian saturasi, tekanan darah untuk memastikan perkembangan saya." "Dua hari sekali di ambil cek sampel darah. Dan sesekali menikmati cahayamatahari yang menerobos dari jendela rumah sakit," ucapnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *