Bertambah 1.385 Kini Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia 52.812 BREAKING NEWS

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kembali melaporkan tambahan kasus positif corona di Indonesia, Sabtu (27/6/2020) Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto mengatakan hari ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 21.589 spesimen. Dari jumlah pemeriksaan tersebut, didapati penambahan kasus positif mencapai 1.385 orang.

"Dari hasil pemeriksaan ini kita dapatkan penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.385 orang, sehingga kemudian totalnya 52.812 orang," ujar Yurianto, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (27/6/2020) Angka penambahan tersebut diketahui meningkat ketimbang kasus penambahan positif Covid 19 pada Jumat kemarin yaitu 1.240 orang. Achmad Yurianto juga mengatakan ada tambahan 576 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid 19.

"Pasien sembuh yang kita catat hari ini sebanyak 576 orang, sehingga totalnya 21.909 orang," kata dia. Adapun hari ini juga dicatat 37 orang meninggal dunia. Dengan begitu, secara akumulatif terdapat 2.720 pasien meninggal dunia.

Seperti diketahui, pada Jumat (26/6/2020) kemarin, kasus positif Covid 19 total ada sebanyak 51.427 kasus. Sementara, jumlah pasien sudah sembuh menjadi 21.333 orang. Adapun total pasien meninggal dunia sejumlah 2.683 orang.

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid 19 hingga 85 persen. Dalam jurnal tersebut menurut dokter Reisa disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain. "Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan. Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum. Sebagaimana diketahui virus SARS CoV 2 menular atau ditularkan melalui droplet atau percikan air liur.

Maka dalam hal ini, dokter Reisa juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah, terutama apabila menggunakan layanan transportasi publik. "Virus corona jenis baru penyebab Covid 19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi," jelasnya. Selanjutnya apabila terpaksa menggunakan transportasi umum, dokter Reisa mengimbau masyarakat agar menghindari memegang gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, atau barang barang yang disentuh orang banyak.

Kalau terpaksa, maka harus langsung cuci tangan. "Apabila tidak memungkinkan, menggunakan air dan sabun, maka dapat menggunakan hand rub dengan kadar alkohol minimal 70 persen," katanya. Kemudian, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan barang barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum.

Selain itu, mengkonsumsi makanan atau minuman di transportasi umum juga sebaiknya tidak dilakukan, sebab dapat terkontaminasi. "Hindari menggunakan telepon genggam di tempat umum, terutama apabila berdesakan dengan orang lain, sehingga tidak bisa menjaga jarak aman," jelasnya. "Hindari makan dan minum, ketika berada di dalam transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi, apalagi kalau menggunakan tangan yang tidak bersih," tambah dokter Reisa.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *